Ban Bekas Disinyalir Jadi Sumber Penyebaran DBD

Diterbitkan oleh Kabupaten Pringsewu
14 Januari 2022
32 Kali Dilihat


PRINGSEWU - Banyaknya jentik nyamuk yang bersumber dari ban-ban bekas yang terisi air, disinyalir menjadi penyebab terjangkitnya sejumlah warga Pekon Tambahrejo Barat, Kecamatan Gadingrejo, oleh penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal tersebut berdasarkan hasil peninjauan serta penelusuran yang dilakukan oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi dan OPD terkait di pekon setempat, Jumat (14/01/2022).

Menurut Fauzi, dari penelusuran di beberapa rumah warga, banyak ditemukan ban-ban bekas yang terisi air, dan setelah diamati, tampak jelas adanya jentik-jentik nyamuk. Karenanya, orang nomor dua di Pringsewu dan sejumlah perwakilan OPD terkait, langsung melakukan upaya pembersihan di lokasi.

Selain ditemukan banyak ban bekas, di sejumlah rumah warga juga didapati beberapa tempat air yang dipenuhi jentik nyamuk, seperti ember, baskom, tempat minum burung dan bahkan padasan (tempat air wudhu) yang juga terdapat jentik nyamuk.

Atas fenomena tersebut, Fauzi memerintahkan OPD terkait dan jajaran pemerintah daerah, kecamatan hingga pekon untuk kembali menggerakkan masyarakat serta mengaktifkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Fauzi juga mengajak masyarakat untuk dapat menanam tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk seperti serai dan lavender di sekitar rumah. "Itu juga menjadi bagian dari pencegahan penyebaran DBD", ujarnya.

Tidak hanya di lingkungan perumahan warga, Fauzi juga berharap di lingkungan perkantoran juga turut jadi perhatian. "Agar di lingkungan perkantoran juga dilakukan pembersihan dan pemberantasan sarang nyamuk, serta selalu menjaga kebersihan kantor", harapnya.



Post Terkait





Kategori