Bupati Pringsewu Hadiri Musrenbang Nasional 2021 Secara Virtual

Diterbitkan oleh Kabupaten Pringsewu
04 Mei 2021
55 Kali Dilihat


PRINGSEWU – Bupati Pringsewu H.Sujadi menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional 2021 dengan didampingi Asisten Ekbang Drs.Masykur,M.M., Kepala Bappeda Akhmad Fadholi, M.Si., Kepala BPKAD Arief Nugroho, S.E., M.P., dan Kepala Bapenda Waskito Joko Suryanto, S.H. S.IP., M.H., yang dilaksanakan secara virtual di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Selasa (04/05/2021).

Musrenbang Nasional 2021 resmi dibuka langsung oleh Presiden RI Ir.H.Joko Widodo yang tampak didampingi oleh Mendagri RI Tito Karnavian, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa secara virtual di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa dalam laporannya mengatakan bahwa pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 menjadi 4-5% dari yang sebelumnya 4,5-5,3%. Hal ini tak lepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

"Kita memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 adalah 4-5% dengan titik tengah 4,5%. Pada kuartal I-2021, ekonomi Indonesia masih resesi dengan perkiraan -0,6% sampai dengan -0,9%. Pembalikan ekonomi menjadi positif baru akan terlihat di kuartal II dengan 5,3%. Sementara itu, pada kuartal III diperkirakan ekonomi tumbuh 6,7% dan kuartal IV sebesar 6,8%. Kuartal I diperkirakan masih akan terkontraksi, baru kuartal II positif," jelas Suharso.

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutanya menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 memberikan pelajaran yang luar biasa dalam perencanaan pembangunan nasional.

"Sebaik apapun perencanaan yang kita buat, kita juga harus siap untuk melakukan perubahan secara cepat, untuk menyesuaikan dengan keadaan yang kita hadapi saat ini, dengan tujuan utama mensejahterakan rakyat, memajukan bangsa, tetapi caranya sering kali berubah karena tantangan dan peluangnya setiap saat bisa berubah-ubah." ujarnya.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa dibutuhkan sinergitas kekuatan bangsa untuk memecahkan masalah-masalah yang di hadapi.

“Mulai dari masalah kesehatan, perekonomian, disiplin protokol kesehatan, dan vaksinasi. Ini semua membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa dan butuh keaktifan seluruh jajaran pemerintahan mulai dari pusat sampai daerah. Demikian pula produktifitas dari kalangan industri yang kecil sampai besar untuk memproduksi alat kesehatan dan obat, juga dukungan dari negara lain sangat diperlukan,” ungkap Jokowi.

Pewarta : Dedi Kurniawan



Post Terkait





Kategori