COFFEE MORNING DAN DISKUSI PENANGANAN COVID-19 DI KABUPATEN PRINGSEWU

Diterbitkan oleh Kabupaten Pringsewu
10 September 2020
136 Kali Dilihat


PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengadakan Coffee Morning dan Diskusi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pringsewu bersama dengan Forkopimda, bertempat di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Rabu (10/09/2020).

Bupati Pringsewu H. Sujadi menyampaikan, bahwa pada tadi pagi ia juga sudah mengikuti Apel Gabungan Pendisiplinan Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) di Mapolres Pringsewu, kemudian setelah apel selesai dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat keramaian untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pringsewu.

"Warga Pringsewu mungkin ada yang sudah membaca di media masa bahwasanya akan dilaksanakan kembali PSBB di Jakarta, maka berkenan dengan itu hari ini kita melakukan evaluasi sekaligus mencari solusi bersama dalam menerapkan anjuran Gubernur Lampung melalui Peraturan Gubernur, dan kita juga sudah mulai menyusun Peraturan Bupati (Perbup) di Kabupaten Pringsewu", ujar H. Sujadi.

Menurut H. Sujadi, isi dari Perbup itu nantinya ada aturan yang mengatur tentang sanksi bagi yang tidak menggunakan masker. Sehingga diharapkan dengan keluarnya aturan ini, maka masyarakat akan disiplin mematuhi aturan tersebut. Terutama ditingkat pekon merupakan hal paling utama yang harus diterapkan dengan membuat aturan pemberian sanksi bagi yang tidak menggunakan masker, sanksi bisa disesuaikan dengan kearifan lokal itu sendiri. Contohnya berkaitan dengan kebudayaan yang ada di daerah masing-masing ataupun kegiatan sosial lainnya.

"Kecenderungan masyarakat untuk berkerumun saat ini sudah mulai ramai, hal seperti ini harus segera di disiplinkan. Saya minta kepada saudara camat supaya benar-benar ditegaskan kembali kepada pekonnya untuk mensosialisasikan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan kepada warganya", kata H. Sujadi.

Ketua DPRD Pringsewu Suherman, S.E, mengatakan seperti apa yang telah disampaikan Bupati tadi, ia minta juga kepada para camat dapat berkoordinasi dengan para kepala pekon, agar setiap rumah kepala rumah tangga diberikan edaran berkaitan dengan Perbup tentang aturan sanksi/denda bagi yang tidak menggunakan masker.

Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, S.IK., menjelaskan sebenarnya Kabupaten Pringsewu dulu termasuk Zona Hijau, tetapi karena ketidakdisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan, maka status Kabupaten Pringsewu saat ini berubah menjadi Zona Orange.

"Harapan saya setelah aturan Perbup Pringsewu secara resmi dikeluarkan, mari kita sama-sama sosialisasikan aturan tersebut melalui camat dan kepala pekon supaya disampaikan kepada masyarakat, terkait hajatan dan kegiatan keramaian. Mulai hari ini saya tertibkan dan akan perintahkan kepada semua Bhabinkamtibmas dan Kapolsek untuk turun langsung lapangan mengantisipasi kegiatan keramaian. Adapun kegiatan harus dilaporkan acaranya seperti apa, siapa saja yang hadir, acara sampai jam berapa, apakah sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan dan memenuhi protokol kesehatan atau tidak ini semua harus dilaporkan", harap Kapolres Pringsewu.

Dandim 0424 Tanggamus Letnan Kolonel Inf. Arman Aris Sallo mengatakan, pekon-pekon yang ada di Kabupaten Pringsewu harus menjadi garda terdepan untuk penanganan Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan harus ada ketegasan yang pasti dalam penerapan protokol kesehatan tersebut dengan sanksi harus diberlakukan. (diskominfo/rakhmat)



Post Terkait





Kategori