Pemkab Pringsewu dan BBPOM Provinsi Lampung Menyelenggarakan Program Nasional Gebyar Keamanan Pangan

Diterbitkan oleh Kabupaten Pringsewu
24 November 2022
53 Kali Dilihat


PRINGSEWU - Selama masa pandemi, transaksi jual-beli melalui e-Commerce (Online) menjadi semakin intensif. Termasuk juga produk pangan yang juga semakin banyak diperjualbelikan secara Online.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Drs. Masykur, M.M., pada saat mewakili Pj. Bupati Pringsewu Adi Erlansyah, S.E., M.M., saat membuka acara Gebyar Keamanan Pangan Tingkat Kabupaten Pringsewu, yang dihadiri oleh Plt.Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Lampung Drs. Zamroni, Apt., sejumlah kepala dan perwakilan OPD, unsur kecamatan, para kepala sekolah dasar dan para produsen makanan, di Ruang Pertemuan Hotel Urban Style Pringsewu, Kamis (24/11/2022).

Menurutnya, masyarakat harus bersikap lebih kritis dalam memilih lapak penjualan pangan Online, agar pangan yang dikonsumsi tetap terjaga keamanan dan mutunya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pringsewu, khususnya generasi milenial untuk selalu waspada dalam pembelian pangan secara Online.

"Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pringsewu memandang penting perlunya program keamanan pangan, karena hal ini sesuai dengan rencana strategis pembangunan di wilayah Provinsi Lampung di dalam mengatasi Stunting dengan meningkatkan status kesehatan masyarakat dan juga gizi anak", ujarnya.

Penjabat Bupati berharap kepada BBPOM, agar selalu melakukan pengawasan melalui Patroli Siber untuk mencegah dan menelusuri peredaran obat dan makanan ilegal melalui Online. Hal ini menjadi tantangan kita kedepan, "bagaimana kita melakukan diversifikasi makanan, tetapi tetap mempertahankan nilai gizi yang seimbang" untuk menuju masyarakat dan generasi penerus yang sehat, cerdas dan produktif. Semoga kegiatan yang kita laksanakan hari ini, menjadi momentum yang akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsumsi pangan yang baik.

Sementara itu, Plt. Kepala BBPOM Provinsi Lampung mengatakan, untuk di Kabupaten Pringsewu intervensi pasar kita lakukan di satu pasar yaitu Pasar Sukoharjo. yang mana didalam intervensi ini, kami bentuk Kader yang sudah kami berikan alat Test Kit, alat tersebut digunakan untuk menguji produk pangan olahan yang berbeda di pasar tersebut.

Sedangkan untuk intervensi Desa/Pekon sudah kami bentuk Kader di lima Desa yaitu, Pekon Lugusari, Pekon Bulurejo, Pekon Pasir Ukir, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kelurahan Pajaresuk. Kemudian untuk intervensi sekolah, kami telah melakukan uji pengambilan sampel di lingkungan sekolah dan kami uji di laboratorium di Bandar Lampung.

"Syukur Alhamdulillah, untuk wilayah Pringsewu terhadap bahan berbahaya dinyatakan aman, di lingkungan sekolah, desa maupun di pasar belum ditemukan produk yang mengandung bahan berbahaya", ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, Ia juga berharap kepada para pemangku kepentingan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk dapat melanjutkan kegiatan secara terpadu, sehingga masyarakat mendapatkan intervensi keamanan pangan yang komprehensif dari sisi sampai dan sisi dimensi, selain itu juga tercapai tujuan bersama yaitu terciptanya koordinasi dengan lintas sektor dan penggalan komitmen membantu kepentingan untuk dapat memetakan program dan kegiatan serta perencanaan dan pelaksanaan program nasional", pungkasnya. (Diskominfo Pringsewu)



Post Terkait





Kategori